Detail Cantuman Kembali

XML

Di balik merdekanya israel dan negara-negara lainnya pasca-perang dunia II


Seusai Perang Dunia II, di tahun-tahun awal Perang Dingin, ruang siding Majlis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB di penuhi ahli-ahli hokum internasional yang ebrgumul dengan eksibukan melahirkan Negara-negara baru. Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia. Prancis melepas protektoratnya ke Maroko dan Tunisia, serta meninggalkan Indoensia (Laos, Kamboja, dan Vietnam) Negara Israel lahir di wilayah sengketa yang berapa api konfliknya menyala hingga sekarang. Namun, tida semua gerakan kemerdekaan mencapai keberhasilan. Eritrea gagal menjadi Negara sendiri, begitu pula kekerasan Bao Dai di Vietnam Selatan. Negara boneka Jepang yang direbut Cina, yaitu Manchukuo (Manchuna), juga gagal memerdekakan diri.

Philip C. Jessup, seorang ahli dan praktisi hokum Internasional, mengungkapkan proses sejarah kelahiran Negara tersebut. Apakah pengakuan kedaulatan tersebut murni untuk mengakomodasi gerakan nasionalisme, atau sebagai kedok untuk menutupi kepentingan Negara-negara maju terkait dengan Perang Dingin?


philip c. jessup - Personal Name
cet 1
U 956 JES d k.2
979 756 001 5
956
Text
Indonesia
center for information analysis yogyakarta
2007
Yogyakarta
13cm,19cm,447 hlm,iv
LOADING LIST...
LOADING LIST...