<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="11592">
<titleInfo>
<title>PANDANGAN HARUN NASUTION TERHADAP MUHAMMAD ABDUH TENTANG AKAL DAN WAHYU DALAM ISLAM</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARUP BAYHAKI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Ushuluddin, Dakwah, dan Adab IAIN \&#34;SMH\&#34; Banten</publisher>
<dateIssued>2014</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 74hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Marup Baihaki, NIM: 103100041, Judul skripsi: Pandangan Harun Nasution Terhadap Muhammad Abduh Tentang Akal dan Wahyu Dalam Islam




Sampai saat ini masih banyak dijumpai sejumlah kalangan yang berupaya untuk membatasi kerja akal, sekaligus menerima wahyu sebagai satu-satunya kebenaran. Padahal akal adalah adalah makhluk Tuhan yang tertinggi dan akallah yang memperbedakan manusia dari binatang dan makhluk Tuhan lainnya. Perdebatan tentang akal dan wahyu atau termasuk antara sains dan agama sebenarnya bukan hal yang baru. Dalam konteks Islam, perdebatan itu melahirkan aliran-aliran ilmu kalam seperti Muktazilah, Jabariah, Qodiriah, Asy'ariah yang tidak terlepas dari perbedaan pandangan dalam menempatkan akal dan wahyu. M. Abduh sebagai seorang pembaharu dari Mesir dan Harun Nasution sebagai seorang pemberharu dari Indonesia. Mencoba merubah tatanan pemikiran yang sudah ada (menghilangkan taklid), yaitu lebih mengutamakan akalnya dan tidak menyampingkan wahyu, artinya jika ada ayat-ayat yang mempunyai makna yang tidak sesuai dengan akal, maka wajib bagi akal untuk menafsirkan ayat tersebut secara metaforis yaitu makna ayat tersebut disesuaikan dengan rasio.</note>
<subject authority=""><topic>Pandangan Harun Nasution</topic></subject>
<classification>SKRIPSI AF 96</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AF 96</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI AF 96</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (RAK 6)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AF 96</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>11592</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-03-09 12:56:42</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-03-09 13:09:03</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>