<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="10591">
<titleInfo>
<title>Kecemasan Narapidana dalam Menghadapi Masa Bebas dan Upaya Penyelesaiannya (Studi Kasus di Lapas Klas II A Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nurkhalimah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Ushuluddin, Dakwah, dan Adab IAIN \&#34;SMH\&#34; Banten</publisher>
<dateIssued>2015</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 72hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Selama menjalani masa hukuman, narapidana sadar bahwa tanggapan jelek masyarakat terhadap mantan narapidana sulit dihilangkan dalam kehidupan sosial, mayoritas masyarakat memberi stigma pada mantan narapidana sebagai penjahat yang harus dimusnahkan karena hanya akan membuat masyarakat takut perilaku kejahatannya dapat terulang kembali. Oleh karena itu, maka dapat dipastikan banyak masyarakat yang mencemooh dan mengucilkan narapidana tersebut, hal inilah yang menyebabkan kehidupan narapidana tersebut, hal inilah yang menyebabkan kehidupan narapidana terus dibayang-bayangi oleh perilaku negatif masyarakat, sehingga sisa waktu narapidana menjelang masa bebasnya banyak dihabiskan dengan melamun, resah, tegang, gelisah, bingung, cemas bahkan stress. Sementara itu, lembaga pemasyarakatan sebagai suatu sistem dan sarana dengan konsep rehabilitas dan reintegrasi sosial, berfungsi untuk menyiapkan narapidana agar dapat berinteraksi secara sehat dengan masyarakat apabila sudah keluar dari lapas merupakan kebutuhan yang tidak dapat direlakan. Dengan demikian, diharapkan agar gangguan kecemasan tidak terjadi lagi pada narapidana, sehingga kasus bunuh diri serta residivis (pengulangan tindak pidana yang dilakukan)pun dapat diminimalisir oleh petugas pemasyarakatan.</note>
<subject authority=""><topic>Kebebasan narapidana</topic></subject>
<classification>SKRIPSI BKI 48</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 48</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 48</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (Cover Biru)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 48</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>10591</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-02-01 09:25:06</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-26 14:52:39</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>